22.33 TK Al Irsyad Purwokerto 0 Comments







Dalam rangka menyambut hari jadi banyumas yang ke 448 Kelompok Bermain & Tk Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto selelnggarakan kegiatan bertema “Parade Budaya Banyumas – Aku cinta Jajanan Banyumas” acara berlangsung pada Rabu, 20 Februari 2019.
semakin meriah para siswa memakai pakaian batik karnaval batik dan puncak kegiatan dari parade budaya banyumas ini yaitu “festival Jajanan Banyumas”
sekolah menyulap halaman sekolah menjadi pasar banyumasan yang semakin meriah dengan hiasan batik-batik dan jajanan khas banyumas seperti; dawet ireng sokaraja, rangin, lupis, cenil, pleret, mendoan, kacang rebus spkaraja, nopia, jenang jaket dan ketan manis. 
Berkonsep pasar para siswa mendapatkan tiga lembar uang kertas mainan yang dipakai untuk membeli jajanan di pasar tersebut. Dari kegiatan ini outputnya para siswa belajar tentang etika jual beli, antri menunggu giliran dan mengenal makanan makanan – makanan banyumas secara lebih dekat dengan legiatan yang menarik. Anak-anak juga diajarkan untuk meggunakan uang dengan bijak. Memilih dengan yakin jajanan apa yang akan mereka beli. Dari beragam jajanan yang tersedia dipasar, anak-nak hanya memiliki 3 lembar uang artinya hanya tiga kalli transaksi pembelian. Tidak diperkenankan anak-anak membeli tanpa uang. Dan menjaga kebersihan lingkungan, para siswa membuang sampah jajan ditempat sampah dan tidak membiarkan sampah-sampah berserakan. Dan suprisenya adalah semua siswa mendapatkan souvenit cantik berupa jajanan khas banyumas untuk dimakan bersama ayah bunda dirumah.

Menyenangkan sekali, aku bisa punya uang sendiri dan membeli makanan kesukaanku dengan pilihanku sendiri.. kata ditra saat dimintai pendapatnya tentang kegiatan festival jajanan ini.
Ada juga respon anak-anak yang tidak terbiasa memakan jajanan pasar; ternyata rasanya enak ya ustdzah, aku baru pernah makan ini. Ini namanya apa ya ustdzah?
Inilah bentuk komitmen sekolah yang selalu menghadirkan kegiatan kontekstual learning. Mendekatkan materi atau ilmu pengetahuan kedalam diri siswa.
Anak-anak berpartisipasi aktif didalamnya, mengenal beranekan ragam rasa dan nama dari jajan yang mereka beli dipasar juga tidak ketinggalan dan sangat penting yaitu karakter kejujuran, ketertiban dan kebersihan yang harus diterapkan sejak dini melalui kegiatan ini. Ungkap kepala sekolah Nur Sabiha S.Pd.

You Might Also Like

0 komentar: