Memajukan Literasi Sekolah Dan Bimbingan Konseling

22.36 TK Al Irsyad Purwokerto 0 Comments





RABU, 27/12 seluruh guru KB dan TK Al Irsyad mengkuti raker untuk persiapan semester dua dengan langkah dan strategi baru yang berkemajuan. Masih dengan tema yang sama untuk mensukseskan belajar siswa. Raker sesi pertama kali ini membahas tentang pentingya pengembangan literasi disekolah. Melalui membudayakan literasi sejak dini.
Melalui pendekatan bercerita pagi dan i love reading, sekolah menggali minat literasi anak melalui pendekatan fun learning. Dari gerakan literasi sekolah ini telah menghasilkan sebuah buku kumpulan cerita-cerita tentang pendidikan karakter untuk anak usia dini yang lebih dikenal dengan buku pinter ceria. Melalui pinter ceria ini TK Al Irsyad meraih juara II tingkat nasional untuk karya inovasi pembelajaran. Tidak hanya untuk siswa, para guru juga dituntut untuk menghasilkan karya-karya literasi yang otentik yang lebih segar dari sebelumnya. Kepala sekolah melakukan peningkatan dan arahan bagi guru untuk menghidupkan budaya literasi. Para guru diajak untuk menuliskan cerita – cerita dengan tema yang berbeda yang akan dibukukan menjadi sebuah buku kumpulan hasil karya guru. Pada semester dua ini tema besar literasi mengarah pada dua hal yaitu; 1. Pendidikan nasionalis di anak usia dini melalui cerita komik dan 2. Menulis artikel parenting untuk orang tua.
Untuk mewujudkan budaya literasi yang lebih hangat kepala sekolah melakukan pendampingan dan pelatihan-pelatihan kepada guru-guru. Pelatihan yang dimaksud dibawah narasumber yang mumpuni dalam dunia penulisan khususnya anak-anak bersama bapak Heru Kurniawan.
Sesi kedua untuk meningkatkan pelayanan. sekolah menitik beratkan pada bimbingan konseling. Bimbingan konseling diarahkan pada 4 Hal yaitu; 1. pribadi terkait untuk mengembangkan bakat minat sejak dini. , 2. sosial terkait kecakapan bergaul dengan lingkugan luar, kemampuan menjalin pertemanan, bekerjasama dan sebagainnya. , 3. belajar dan 4. karir. Ini menjadi sangat penting untuk mengetahui perkembangan siswa sejak dini terlebih di era digital sekarang ini. dimana anak-anak lebih banyak bersentuhan dengan dunia gadged yang mengarahkan anak-anak hanya pada satu pola belajar visual. Dengan kondisi itu sekolah perlu melakukan lebih banyak menggali pola belajar dengan pendekatan audio berkolaborasi dengan pola belajar kinestetik seperti dengan permainan tepuk tangan, kognitif fun game agar anak-anak terbiasa belajar dengan banyak pola tidak melulu hanya menumpu pada pola visual saja yang tentunya ini akan menurunkan kepekaan anak-anak baik secara kognitif maupun secara sosial emosional. Anak-anak yang tidak dibiasakan mengembangkan pola belajarnya cenderung menjadi anti sosial tidak menjawab saat dipanggil, kurang peka, dan tidak tertarik mengikuti kegiatan pembelajaran lainnya.
Pola belajar mempengaruhi pencapaian akademisi siswa dan pencapaian ini mempengaruhi banyak hal bekal cita-cita mereka dimasa depan. Ungkap NurSabiha Kepala Sekolah KB dan TK Al Irsyad Purwokerto.
sekolah_terbaik

You Might Also Like

0 komentar: