3 Aspek penting “golden years” dalam kegiatan pembelajaran kelompok bermain Al Irsyad

23.54 TK Al Irsyad Purwokerto 0 Comments









Pukul 09.00 terlihat keramaian dihalaman sekolah dengan berbagai pilihan ragam kegiatan main. Anak-anak, para siswa Kelompok bermain, KB Al Irsyad terlihat sibuk dan asyik dengan beragam jenis mainan yang disediakan oleh ustdzahnya.
Salah satu kegiatan yang terlihat adalah anak-anak sedang memindahkan bola sesuai warna, bermain air, memeras ampas kelapa, mengelompokkan warna ddalam dunak, bermain mencuci kaos kaki, menjemur kaos kaki juga tidak ketinggalan cooking day, yang didalamnya lebih banyak dengan permianan motorik halus seperti mencetak kue, membuat adonan, mengoles selai, mengaduk dan sebagainya.
Ustadzah Nur sabiha menyebutkan bahwa Penekanan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan untuk Anak usia dini pada kelompok bermain memang lebih diutamakan pada kegiatan fisik motorik (motorik kasar dan motorik halus), bahasa dan kemandirian.
Pertama; aspek motorik
Anak-anak mendapatkan rangsangan fisik motorik yang beragam pada usia kelompok bermain maka akan mendapatkan banyak pengalaman, otaknya menyimpan pengalaman berlajar yang itu merupakan sebagai bekal pengetahuan awal. Dalam standar pencapaian perkembangan anak usia dini disebutkan bahwa kelompok usia ini telah
Kedua; Bahasa
Dengan stimulan aspek bahasa akan melatih anak-anak menyerap banyak kosa kata yang baru, memudahkan anak-anak untuk lebih jelas dalam membahasakan segala sesuatu. Melatih mereka menjadi lebih berkomunikatif dan berani untuk mengungkapkan perasaan-perasaan mereka sendiri. Masalah yang sering ditemui adalah kecenderungan anak-anak pada usia ini mengungkapkan perasaan-perasaanya dengan hal-hal yang kurang kita pahami seperti dengan menangis dan tantrum. Tangisan dan tantrum akan bisa kita alihkan menjadi ekspresi yang lebih positif kepada anak-anak
Ketiga; Aspek kemandirian
Menjadikan anak yang memiliki karakter mandiri sejak dini harus kita upayakan. Kemandirian akan menjadikan mereka mudah tampil dan melatih kepercayaan diri anak-anak. Salah satu hal yang membuat anak-anak terhambat, mengalami stres,kesulitan dalam bersosialisasi dengan teman sebayanya adalah karena faktor kemandirian anak-anak yang kurang terstimulus dengan baik.
Sejalan dengan hal tersebut tiga aspek penting ini menjadi penunjang dan bekal ketrampilan yang dibutuhkan para siswa kelompok bermain. Karena pada usia dini ini, para siswa kelompok bermain yang memasuki masa golden age, anak-anak harus mendapakan banyak rangsangan yang menstimulus pendidikan yang sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak usia pra sekolah, mengaktifkan neuro-neuron yang meningkatkan kecerdasan anak-anak.
Pada dasarnya setiap kegiatan pembelajaran usia pra sekolah atau kelompok bermain menitik beratkan pada hal-hal sebagai berikut;
1.    Membiasakan anak pada kegiatan terstruktur; meskipun kegiatan pembelajaran pra sekolah pada sisi ini anak-anak mulai dikenalkan dengan kegiatan terstruktur melalui kegiatan olahraga, baris berbaris, menyusun puzzle dan sebagainya.
2.    Mengajari anak untuk disiplin dan mengikuti aturan; dirumah anak-anak biasanya bermain sesuka hati. Dan aturan bermain yang direpkan ayah bunda sedikit lebih longgar ke abak-anak. Melali sekolah ana-anak akan belajar mengikuti kegiatan-kegiatan, melatihnya beradaptasi dengan lingkungan baru, peraturan baru, belajar berbagi, belajar mengantri atau menunggu giliran, anak-anak akan belajar untuk memahami bahwa ternyata tidak semua hal yang ia inginkan ia dapatkan.
3.    Menumbuhkan imajinasi dan kreativitas; kegiatan yang fun learning menjadi konsentrasi kelompok bermain, terlebih untuk usia pra sekolah. Apabila seorang anak belajar dengan suanan yang menyenangkan  akan lebih mudah baginya untuk menyerap berbagai pengalamn baru melalui stimulus yang diberikan dan otak menyimpan memori pengetauan yang baru yang memancing imajinasi dan kreativitas anak.
4.    Menanamkan nilai-nilai positif; kegiatan pembelajaran yang dilakukan bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai positif anak seperti kejujuran, berbagi, dan membentuk anak-anak yang berakhlaqul karimah
5.    Membentuk dasar kepribadian; pada masa golden years. Otak anak-anak akan mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pengalaman yang didapat oleh anak-anak pada masa ini akan mempengaruhi perkembangan kepribadian dan karakternya saat mereka dewasa.



You Might Also Like

0 komentar: