Memupuk Semangat Kepahlawanan Melalui Kegiatan Mujahid Kecil KB dan TK Al Irsyad Purwokerto

20.28 TK Al Irsyad Purwokerto 0 Comments












 
Jumat – Sabtu, 25 – 26 November 2016 kemarin manjadi hari yang meriah, semangat dan penuh keseruan. Bertempat di TK A Al Irsyad Jl. Slamet Riyadi No. 34 Purwokerto berlangsung kegiatan Apresiasi Potensi Diri Mujahid kecil. Tidak kurang sejumlah 255 Siswa berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Selain sebagai wadah potensi para siswa, kegiatan Mujahid Kecil juga bersamaan dengan memperingati hari kepahlawan pada 10 November kemarin.  Melalui momentum ini, sekolah ingin memupuk rasa kecintaan terhadap tanah air, semangat kepahlawanan pada diri siswa melalui kisah pada masa pendudukan Belanda dan Jepang di Indonesia. Ungkap Nur Sabiha, Kepala Sekolah lanjutnya Secara tidak langsung melalui peran-peran yang dimainkan para siswa, tanpa para siswa terasa membawa mereka pada jaman masa lampau tersebut.  Para siswa menjiwai dengan baik peran yang mereka bawakan; mulai dari seni peran, puisi, bernyanyi dan gerak lagu perjuangan yang menghentakkan siswa dengan semangat 45.
Berlangsung selama 2 hari, pementasan dibagi menjadi dua kelompok; Kelompok Bermain dan TK A Al Irsyad pada hari Jumat. Dilanjutkan kelompok TK B pada hari Sabtu 26 November 2016.
Para siswa KB dan TK A membawakan tema drama treatrikal perjuangan melawan penjajah yang terdajadi didaerah tertentu, para siswa pun tampil dengan beragam atribut dan kostum panggung yang meriah dan penuh nuansa adat nusantara. Sedangkan TK B membawakan kisah diurutkan berdsarkan tahun dan konflik yang terjadi pada masa itu. TK B dibangi menjadi lima kelas. Masing-masing kelas membawakan kisah pahlawan yang berbeda-beda namun mejadi satu kesatuan perjuangan sampai pada kemerdekaan dan kedulatan RI.
Memulai cerita; kelas B1 membawakan kisah perjuangan Pengeran Diponegoro, dilanjutkan kelas B3 membawakan kisah kepahlawanan Cut Nyak Dien, dilanjutkan dengan cerita perebutan kemerdekaan  dan Proklamasi yang dilakukan oleh para pemuda Soekarno dan Hatta, dilanjutkan dengan cerita perlawanan 10 November perobekan bendera belanjda menjadi bendera merah putih di hotel saka moto. Selanjutnya ditutup dengan kisah perjuangan Jedral Soedirman, diceritakan setelah kemerdekaan Belanda masi menduduki indonesia dan mencoba merebut kambali indonesia sebagai negara jajahanya. Dengan semangat perjuangan dipimpin oleh jendral soedirman berhasilah memukul mundur dan belanda mengakui kedaulatan dan kemerdekaan RI.

You Might Also Like

0 komentar: