Festival Jajanan Banyumas 2017

23.30 TK Al Irsyad Purwokerto 0 Comments














Sabtu, 7 Januari 2017 KB dan TK Al Irsyad mengawali tahun 2017 dengan kegiatan yang seru dan menyenangkan. Sedari hari Jumat, 6 Januari 2017 terlihat para guru telah sibuk mempersiapkan kegiatan tersebut. Mulai dari menyulap halaman sekolah menjadi pasar tradisional dengan nuansanya yang khas, dengan membuat sendiri anyaman dari daun kelapa (bleketepe dalam istilah banyumas) yang diletakkan pada meja-meja untuk berjualan, memesan beragam jajanan pasar dan tidak ketinggalan mengundang penjualnya untuk turut perpartisiasi dalam kegiatan festival jajanan tradisional ini. Tujuan dari festival jajanan banyumas yaitu;
1. Mengenal beragam jenis penjual jajanan Mengenalkan beragam jajanan Banyumas
2. Menumbuhkan jiwa enterpreneurship sejak dini
3.  Penanaman Akhlaqul Karimah Rasulullah dalam berdagang
4. Belajar cara berkomunikasi yang baik dan positif saat mempromosikan daganganya
5. Melatih dan mengembangkan rasa kemandirian, Keberanian dan tanggung jawab sejak dini
6.  Belajar untuk menggunakan uang sesuai dengan kebutuhan dan tidak boros
7.  Menumbuhkan kebersamaan dan keakraban antar peserta didik.

Selain untuk meyambut kembali masuk sekolah setelah libur kenaikan semester, juga bertepatan dengan tema pembelajaran pertama pada semester II yaitu “Pekerjaan” dari sini para siswa akan mengenal beragam jenis pekerjaan khususnya sebagai pedagang makanan sekaligus mengenal beragam jenis jajanan tradisional khusus di daerah banyumas seperti; es cau, lopis, cenil, jagung urap kelapa atau grontol, mendoan, srabi, kamir, kacang rebus, ragin, nagasari. Tidak ketingggalan anak-anak diajarkan untuk mencontoh akhlaq Rasulullah dalam berdagang karena pada festival ini anak-anak diajak langsung untuk merasakan sendiri bagaimana menjadi pedagang menjual makanan, mempromosikan makananya agar dibeli oleh teman-temanya. Bagaimana melayani pembeli dengan baik.

Setiap anak mendapatkan uang sejumlah Rp. 6000 diberikan langsung sejumlah Rp.3000 dari uang uangan kertas, dan sisa Rp.3000 diambil melalui kartu Atm tabungan kertas, terdapat juga petugas ATM tabungan yang melayani anak-anak dalam mengambil sisa tabungan di bank mini.  Tujuanya untuk mengajarkan kepada anak-anak nilai-nilai mata uang dan nilai tukarnya, bagaimana menghemat pengeluaran. Anak-anak hanya diperbolahkan membeli dengan uang-uangan, apabila uang mereka telah habis mereka tidak bisa membeli untuk dipasar. Tentunya ini sebagai latihan sederhana kepada anak-anak untuk belajar menggunakan uang sesuai kebutuhan, tidak boros dan berlebih-lebihan agar bisa dipergunakan kembali. Tutur Kepala Sekolah, Nur Sabiha.



You Might Also Like

0 komentar: