Pembelajaran Bunda Kreatif Dirumah

23.13 TK Al Irsyad Purwokerto 0 Comments






Bunda, ibu, ummi, mimi.. atau apa saja sebutanya, inilah sosok madrasah pertama. Madrasah anak-anak belajar banyak hal.  Dan rumah akan menjadi surga untuk anak-anak mereka apabila seorang ibu mampu memanfaatkan setiap moment belajar anak.
Pekan ini saya berkesematan untuk melihat langsung bagaimana Bunda Enny menjadikan rumah juga sebagai sekolah yang menyenangkan. Dengan memanfaatka barang-barang bekas  dan juga yg tersedia dirumah seperti gardus sirup. Gardus mie instant, rerumputan depan rumah, pelepah pisang bahan membuat playdough sederhana, Bersama Adly (5,5 th) dan Faris (3,5 th) bunda membuat media sederhana, satu persatu Adly dan Faris memperhatikan dan giliran membantu mengecat gardus syrup yang disulap menjadi berbagai berbagai type rumah
Berawal dari hobbi Faris yang suka main mobil-mobilan dan Berbekal mobil-mobilan kecil koleksi faris, bunda Enny ingin menanamkan karakter jujur pada faris khususnya kejujuran dalam berlalu lintas.
Tidak hanya karakter jujur tetapi bunda Enny ternyata telah mengajarkan 5 aspek sekaligus seperti;
1.     Motorik halus : ikut serta dalam membuat batas bangunan, padang rumput, mainan dengan playdough alami buatan sendiri.
2.     Motorik kasar : dalam menjalankan mobil-mobilannya di jalanan maket.
3.     Sosial-emosional : bersabar mengantri di jalanan yang macet, bergantian mobil, bergantian mengisi bensin di pom bensin, bergantian masuk ke suatu bangunan yang mereka inginkan.
4.     Nilai Agama dan Moral : menghafal doa sebelum dan sesudah berpergian. Misalnya, membiasakan membaca basmallah dan doa sebelum berpergian, sehingga mereka terbiasa juga membacanya ketika kami hendak berpergian di kehidupan nyata. Selain itu, dengan ikut serta bermain dengan anak-anak, kami bisa menggali potensi dan keinginan apa yang mereka harapkan di masa yang akan datang, sekaligus menanamkan nilai-nilai moral yang baik. Salah satunya adalah nilai KEJUJURAN. Misalnya, “Jujur itu tidak berbohong, dek”, “kalau adek mau jadi Polisi, kamu harus jadi Polisi yang jujur ya nak, supaya kamu di sayang sama Allah, Bunda, Ayah dan kamu juga di percaya sama orang lain”. Meskipun anak-anak mungkin tidak terlalu memperhatikan, tapi kami yakin bahwa anak akan merekam apa yang telah kami sampaikan.
5.     Kognitif : belajar warna dan simbol. Dalam permainan ini terdapat lampu lalu lintas, dimana setiap warna mengandung simbol. Seperti warna merah berarti harus berhenti, maka kami dapat memberikan pengertian apabila lampu yang menyala adalah warna merah maka semua kendaraan harus berhenti. Sehingga dalam kehidupan nyata anak-anak bisa memahami hal tersebut.
6.     Bahasa : banyak kosakata baru yang bisa kita ajarkan saat mereka menjalankan mobil di jalan maket ini. Misalnya ketika kami memberitahu tempat itu bernama “bandara”, maka anak menjadi tahu bahwa bandara adalah tempat landasan pesawat terbang,  karena di dalam bandara telah kami tata beragam pesawat.

Terahir Bunda Enny mengungkapkan bahwa Beragam media baik secara manual maupun elektronik menjadikan kita bersemangat untuk terus belajar dan mengasah kemampuan kita sebagai orang tua agar bisa menstimulasi kemampuan anak-anak kita di rumah. Apalagi seorang ibu adalah sekolah pertama dan terbaik bagi anak (Ummu madrossatun ulaa). Mari kita bersama-sama menjadikan generasi kita menjadi generasi penerus perjuangan bangsa. Don’t lie,  because lying will lead to evil, and evil will usher in hell (Jangan berbohong, karena berbohong akan mengantarkan kepada kejahatan, dan kejahatan akan mengantarkan ke neraka). Beragam media baik secara manual maupun elektronik menjadikan kita bersemangat untuk terus belajar dan mengasah kemampuan kita sebagai orang tua agar bisa menstimulasi kemampuan anak-anak kita di rumah. Apalagi seorang ibu adalah sekolah pertama dan terbaik bagi anak (Ummu madrossatun ulaa). Mari kita bersama-sama menjadikan generasi kita menjadi generasi penerus perjuangan bangsa. Don’t lie,  because lying will lead to evil, and evil will usher in hell (Jangan berbohong, karena berbohong akan mengantarkan kepada kejahatan, dan kejahatan akan mengantarkan ke neraka)
Terimakasih bunda, sudah berbagi inspirasi.. kesuksesan belajar anak jangan hanya diserahkan di sekolah semata dibutuhkan peran para orangtua untuk mendukung kesuksesan belajar anak. @ Umi Salamah in news

You Might Also Like

0 komentar: