PERAN AYAH DALAM PENDIDIKAN DIRUMAH

20.27 TK Al Irsyad Purwokerto 0 Comments




Resume dari Buku Khadijah (Sibel Ireslan, Kayka Media; 2013) dengan buku pendukung lain.

“Seorang mukmin yang paling sempurna imanya ialah yang paling baik akhlaknya, dan yang paling baik diantara kalian ialah yang paling terhadap istrinya”
(Hadist Riwayat Tirmidzi)

Khairukum.. khairakum… lii ahlihi, sebaik-baik dari pada kalian adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya, anak-anak dan istrinya. Dan Rasul adalah yang paling baik terhadap keluarganya.
Sebagai seorang yang mukmin Kita diperintahkan untuk mencontoh Rasullulah SAW, mencontoh semua akhlaq Rasul dalam kehidupanya, terutama akhlaq Rasul kita terkait peranya sebagai seorang  seorang ayah didalam kehidupan rumah tangganya.
Dalam Riyadus Shalihin disebutkan bahwa  kedudukan seorang  ayah dengan mencontoh akhlaq rasul adalah sebagagai berikut;
1.      Khairu shahib, sebaik-baik teman pasanganya
Muhammad Rasulullah SAW adalah contoh sebaik-baik teman bagi para istri-istrinya. Beliau mampu menjadi teman, sahabat. bahkan dalam sebuah hadist menceritakan bagaimana keseruan hubungan yang dibagun antara RAsulullah bersama Siti Aisyah. Mereka bermain balapan lari, bercanda, makan sepiring berdua dan sebagainya. Bahkan beliau juga sangat bersabar mendengar curhatan Aisyah dan menanggapinya dengan senyuman; 

2.      Khairu Murabbi, sebaik-baik guru terhadap anak-anaknya
Rasulullah memiliki banyak kemuliaan dan contoh keteladanan yang baik, beliau sangat tegas melarang hal-hal yang diharamkan oleh agama dan beliau menjadi sangat pemurah untuk urusan berbagi kepada sesama. Ketujuh putra-putri beliau mendapat pendidikan agama, ibadah dan muamalah langsung. Kekuatan pendidikan Rasul tercermin dari akhlaqul karimah putra-putri beliau; bahkan rasul bersabda: “apabila Fatimah binti Muhammad sungguh aku akan memotong tanganya”. Pengajaran yang mengutamakan dengan keteladanan. Keteladanan yang disebarkan dirumah beliau tersebar menyinari pelosok negri menjadi teladan untuk seluruh umatnya.
Keteladanan Rasul dalam mendidik anak yang wajib kita contoh yaitu;
a.       Menunjukkan rasa kasih sayang
salah satunya dengan mencium dan memeluk. Seperti yang diriwayatkan Bukhari, Muslim & Tirmidzi; seperti yang beliau lakukan kepada Hasan & Husain saat mereka masih balita
b.      Bercanda dengan anak
Rasullulah senang bercanda dengan dengan anak-anak, seperti beliau juga senang bercanda bersama kedua cucunya Hasan dan Husain, bahkan mereka sering bergelantung ditubuh Rasulullah saat beliau sedang shalat.
c.       Mengajari anak-anak Beribadah sejak dini
Rasul mengajak kedua cucunya pergi ke Masjid, sehingga Hasan dan Husain mencontoh dan praktek langsung bersama Rasul.

3.      Khairu Muhib, sebaik-baik kekasih terhadap keluarganya
Dalam buku Khadijah (Kaysa Media; 2013) menguraikan tentang keteladhanan Rasul yang memiliki kecintaan sejati kepada Rabbnya dan menunjukkan kecintaan tersebut bersama para istri-istrinya. Sebagai manusia yang mendapat bimbingan langsung dari Allah SWT banyak hal yang telah Rasul Muhammad SAW contohkan seperti;
a.       Rasul sangat mencintai dan menghormati Istri-istrinya
b.      Bersikap lemah lembut dan penuh kasih sayang, Rasulullah memiliki panggilan kesayangan untuk istrinya, saling member hadiah
c.       Mengajak Istri beribadah bersama
d.      Tidak mengkritik hal-hal yang tidak berguna untuk dikritik
e.       Memaafkan kekeliruan istri dan memperbaiki kesalahan istri
f.        Pada waktu luang Beliau tidak sengan untuk turut membantu Istrinya dalam mengerjakan kewajiban dirumah.  “Rasulullah mengerjakan tugas-tugas rumah tangga, dan bila dating waktu shalat, beliau pergi shalat”

Mendidik itu menyenangkan, apabila kedua orangtua menjadikan anak sebagai anugrah beasar dari Allah sekaligus sebagai Amanah dan ujian agar tidak lalai terhadap Allah SWT. Dari kesadaran ini akan timbul ativitas yang baik, ahsanu ‘amala dalam mendidik anak-anak dirumah. dan semua hal yang dilakukan adalah dalam rangka mendapat Ridho Allah SWT. Cinta seorang Ayah-Ibu kepada anak-anaknya diwujudkan dalam bentuk pemeliharaan, bimbingan, pengarahan dan pendidikan yang baik terhadap anak-anaknya, dengan bekal pendidikan agama, akhlaq, dan oengetahuan yang baik maka kelak mereka akan tumbuh menjadi generasi Rabbani yang berakhlaq Islami.

@Umi Salamah

You Might Also Like

0 komentar: