Melestarikan Tradisi dolanan Nusantara melalui sekolah ceria di sore hari

02.39 TK Al Irsyad Purwokerto 0 Comments






“yo pro konco dolanan ning jobo.. padang wulan padange koyo rino.. rembulane ne.. wis awae… ngelingake poro konco ojo turu sore-sore..”

Lagu padang wulang ini menjadi pengantar keceriaan para siswa siswi KB dan TK B Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto mengawali pembelajaran tiap hari, selain lagu padhang wulan ada beberapa  lagu nusantara yang akan dinyanyikan anak-anak seperti; jamuran (Jawa Tengah), Dinding badinding (Padang-Sumatra Barat) dan Sajojo (Papua).

Tidak hanya beryanyi siswa-siswi TK Al Irsyad juga mengkolaborasikan tarian dan permainan dalam sekolah ceria, yang mengambil lokasi di Alun-alun Purwokerto akhir pekan ini. Alun-alun menjadi pilihan utama sekolah ceria di sore hari selain tempatnya yang strategis, di pusat kota juga menjadi salah satu tempat terramai pilihan warga untuk menikmati sore hari. Selaian sebagai salah satu program kegiatan sekolah tahunan juga dalam rangka syiar kepada masyarakat Purwokerto untuk kembali melestarikan dolanan nusantara yang melegenda.

Sejumlah 159 siswa-siswi dan 25 guru dan karyawan akan terlibat dalam acara tahunan sekolah dengan tema yang berbeda-beda, tema sekolah ceria di sore hari “melestarikan tradisi dolanan nusantara” menjadi pilihan yang tepat untuk mengenalkan kepada ana-anak sejak usia dini bahwa Indonesia dengan keragaman suku budaya, telah mewariskan berbagai macam banyaknya seno dolanan yang menjadi lambang dari keceriaan, semangat dan kebersamaan anak-anak pada masa itu. Nilai-nilai ini juga yang ingin dibagikan kepada anak-anak dan tidak kalah pentingnya pesan dari diadakanya kegiatan ini yaitu untuk mengenalkan dolanan-dolanan yang bisa anak-anak mainkan kapan saja dimana saja ramai-ramai bersama teman-teman untuk mengajarkan kekompakan, kebersamaan, kerja keras, kejujuran. Tidak seperti jenias permainan yang berkembang saat ini era digital yang lebih mengedepankan kesenangan sendiri, tidak mengajarkan berbagi, mementingkan diri sendiri. Jika dibiarkan saja hal ini akan berdampak bagi perkembangan psikis anak-anak yang selfness, acuh dan tidak perduli dengan orang lain. Ungkap kepala sekolah TK Al Irsyad Nur Sabiha.

Setidaknya ada 11 macam permainan yang akan dimainkan oleh anak-anak seperti; jamuran, tarik tambang dengan kain jarit batik, ular naga, kaki seribu, balapan sarung, kaki seribu, bermain balon dan sebagainya.

Umi Salamah

You Might Also Like

0 komentar: