SemangArt UBAS di unit TK Al Irsyad Purwokerto

23.13 TK Al Irsyad Purwokerto 0 Comments







UBAS (Ungkapan Bahasa Arab sehari-hari) sudah menjadi rutinitas harian yang tidak bisa dipisahkan, menjadi bagian dari beragam aktifitas wajib yang dilakukan pada tiap-tiap unit sekolah Al Irsyad tak terkecuali unit TK.
Rutinitas UBAS tidak mengenal kapan dan dimanapun, seolah merasa berdosa apabila meninggalkanya. Sepadat apapun kegiatan InsyaAllah UBAS di Unit TK tidak akan di tinggalkan. Seperti kemarin ditengah kesibukan padatnya gladibersih Manasik Haji, meski panas, dibawah pohon  UBAS tetap berjalan dengan lancar, semangart dan ceria.

Muallim UBAS di TK yang diampu oleh Ustadzah Laeli dan Ustadzah Jannah memiliki beragam medote yang jauh dari kesan membosankan, menjadi pembelajaran yang menyenangkan, dan memudahkan dalam menghafal kosakata di buku UBAS. Metode yang diterapkan seperti Tanya jawab, menjawab kertas soal bergiliran, murajaah berulang, metode buka tutup buku sampai metode menghafal kosakata dengan gerakan yang pastinya InsyaAllah semua metode tersebut semakin memudahkan para ustadzah dalam mempelajari UBAS. Besama belajar berbahasa arab, bersama kita bisa lancar UBAS. Alhamdulillah,

Umi Salamah

0 komentar:

Workshop Pembelajaran Berbasis Saintifik Bersama Sisilia Maryati Tim Instruktur Nasional Kurikulum 2013

22.52 TK Al Irsyad Purwokerto 0 Comments








Sabtu/25/2015 seluruh guru KB dan TK Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto juga beberapa peserta undangan mengikuti workshop pembelajaran saintifik untuk anak usia dini bersama Sisilia Maryati Instruktur Nasional Kurikulum 2013 materi Kementrian Pendidikan.
Menurut Ibu Sisilia penekanan penting dari kurikulum 2013 adalah mengarahkan pembelajaran yang bersifat eksploratif, para peserta didik diajak TERLIBAT langsung dalam belajar, sehingga anak-anak akan mengalami sendiri belajarnya dan menemukan sendiri pengetahuan yang baru. Pembelajaran yang terpusat kepada peserta didik.
Salah satu ciri sebuah kelas sedang melaksanakan pembelajaran saintifik yaitu kelas terlihat ramai. Ramai dalam artian aktif dan komunikatif namun tetap tertib dan kondusif. Anak-anak dibebaskan untuk lebih eksploratif, dan skeptif terhadap hal-hal yang mereka temui tidak terbatas hanya duduk rapi, diam tidak brisik hanya melihat dan mendengar.
Misalnya pada meteri “gunung meletus” anak-anak diajak terlibat langsung dalam konsep-konsep, penyiapan bahan, pembuatanya sampai pada praktet langsung percobaan gunung meletus dan mengamati dengan detail tiap peristiwa yang terjadi didalamnya sampai pada menyimbulkan peristiwa tersebut dan menjelaskan kepada guru.
Tentunya anak-anak lebih ceria saat belajar praktek langsung ini. Hal ini melatih anak-anak untuk memiliki keragaman banyak bahasa, berani mengeksplore peristiwa dan menuangkan dalam bentuk bahasa yang sederhana sekemampuan anak-anak, melatih keberanian dan kemandirian.
Pada penerapan pembelajaran saintifik kurikukum 2013 yang disebut keberhasilan belajar anak usia dini yaitu apabila anak-anak mampu mengembangkan potensi dan nilai-nilai (agama dan moral, motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional dan seni) mereka dengan baik.
Selain materi, para peserta workshop juga diajak bersama-sama untuk membuat konsep pembelajaran (RPP) yang mengarahkan pada semangat pembelajaran saintifik yang disesuaikan dengan karakteristik (usia, sosial budaya dan kebutuhan individual) anak yang terlibat dalam pembelajaran.
Dengan diadakan workshop pembelajaran saintifik ini; Lebih jauh lagi guru mampu memilih kegiatan  yang selaras dengan muatan/materi pembelajaran, dapat mengembangkan kegiatan main yang berpusat pada anak dengan menggunakan pembelajaran tematik, mengembangkan cara berfikir saintifik, berbasis budaya local dan memanfaatkan lingkungan alam sekitar, sebagai media bermain anak. Ungkap Kepala Sekolah, Nur Sabiha.

0 komentar:

Panen Raya dan Pesta Singkong

01.32 TK Al Irsyad Purwokerto 0 Comments










TK B Al Irsyad Semangat Memanen Singkong 

Selasa, 20/10/2015 rombongan Sembilan mobil beriringan menuju desa Singasari  untuk memanen SIngkong. Panen ini diikuti lebih dari 135 siswa-siswi  dan 20 guru TK B Al Irsyad. Panen raya ini sesuai dengan tema pembelajaran pecan ini yaitu tanaman, selain panen anak-anak juga dikenalkan beragam jenis tanaman pagan yang ada di desa singasari mulai dari tanaman padi, jagung, singkong, ubi dan kacang hijau. TK Al Irsyad menerapkan pembelajaran kontekstual yaitu para peserta didik diajak untuk melihat sendiri, merasakan lebih dekat dan mengerti sendiri dan mengeksplorasi sumber belajar mereka, beragam jenis tanaman pangan.
Anak-anak terlihat semangat, antusias bersaman-sama mencabut singkong yang pohonya telah menjadi tinggi dan besar, untuk satu pohon singkong dicabut oleh 4 anak. Untuk  belajar bekerjasama, dan kompak. Hari itu anak-anak berhasil mencaput sekitar lebih dari 75 pohon singkong.
Alhamdulillah panen singkong raya kali ini mendapatkan 100 kg singkong, sebagian dibawa pulang untuk dimasak sendiri dirumah sebagian dimasak disekolah dalam rangka festival “Big Cooking” pecan depan.
(Umi Salamah)



BIG COOKING TK B AL IRSYAD; Aku suka singkong

Pagi hari ini, 5 kelas terlihat sibuk meyiapkan kegiatan masak besar bersama, Big Cooking. masing-masing kelas memiliki menu andalan dari singkong telah mereka panen sendiri sehari sebelumnya. Bahan-bahan pelengkap seperti minyak, gula pasir, gula merah, garam, bumbu-bumbu, keju, margarine, meises, ampas kelapa, daun pisang untuk membungkus, alat-alat untuk memasak dan sebagainya disiapkan bersama-sama satu sekolahan. Ramai sekali.
Kelas B1 membuat, B2 membuat Bola-bola Meises. B3 membuat Lepet, B4 membuat Balok Singkong Keju Crispy, B5 membuat Mata Roda Pisang.
Serunya Big cooking di sekolah bersama para teman-teman ditemani Ustadzah. Selain seru anak-anak akan mengerti lebih dekat proses pengolahan menjadi makanan yang sehat dan bergizi yang penting untuk menunjang pertumbuhan, dengan mengetahui manfaat makanan untuk tubuh kita nantinya anak-anak yang tidak mau makan atau pilih-pilih makanan akan berubah pengertian menjadi lebih menghargai lingkungan, menghargai makanan yang prosesnya dari mulai menanam, memanen, sampai mengolahnya menjadi makanan memerlukan waktu yang cukup lama. Ungkap kepala Sekolah Nur Sabiha.
 

0 komentar: