Man Jadda Wa Jada

16.47 TK Al Irsyad Purwokerto 0 Comments


Man Jadda Wa Jadaمن جدّ وجد ) adalah salah satu dari peribahasa Arab yang terkenal sampai ke ujung dunia, peribahasa ini memiliki makna ganda yang setiap orang bisa dan boleh mengartikan berbeda tergantung konteks kalimat itu digunakan. Akan tetapi, dunia sepakat bahwa pribahasa tersebut berarti barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka pasti  akan berhasil, juga terkenal di masyarakat kita pepatah “Dimana ada kemauan, pasti disitu ada Jalan “. Tidak ada hal yang sulit jika kita mau berusaha dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas, yang penting ada kemauan dan ada kesungguhan serta gunakan logika serta ilmu pengetahuan sesuai kapasitas kita masing masing yang telah Allah Ta’ala karuniakan.
Setiap manusia punya potensi untuk tumbuh dan berkembang, jadi bukan hanya sekedar tumbuh semata, melainkan harus berkembang. Allah sudah berikan modal dasar berupa otak dan akal yang lebih baik dibandingkan dengan mahluk lainnya di muka bumi ini. Jadi sangatlah keliru jika kita beranggapan bahwa nasib tidak bisa diubah. Nasib kita itu kita sendirilah yang menentukan, sebagaimana yang telah di firmankan oleh Allah dalam kitab suci Al-Quran bahwa “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu sendiri yang mengubah nasib atau keadaan yang ada pada dirinya” (QS Ar-Ra’d 11).
Kalimat ajaib berbahasa arab man jadda wa jada ini bermakna ringkas tapi juga tegas “Barangsiapa yang bersungguh-sungguh, maka pasti akan berhasil”. Kata mutiara sederhana yang sangat kuat dan terus menjadi kompas kehidupan bagi manusia yang haus akan motivasi. Pertanyaannya adalah sejauh mana kita sudah mengaplikasikan pepatah ini dengan sungguh-sungguh. Karena banyak yang sudah tahu tapi masih sedikit yang mengaplikasikannya.
Nah, bagaimana mengaplikasikannya?  Kata kuncinya adalah jadda, bersungguh-sungguh. Tentu kita harus pintar-pintar memilih jalan untuk mengaplikasikannya. Pilih yang Tuhan ridho atau sebaliknya. Sejatinya man jadda wa jada harus diaplikasikan dengan kerja keras, cerdas dan kerja ikhlas.
Jika kita bersungguh-sungguh akan selalu ada jalan untuk mencapai apa yang kita inginkan, akan selalu ada jalan untuk memecahkan setiap permasalahan. Potensi pikiran, hati dan tubuh kita sangat cukup untuk mengatasi masalah yang kita dihadapi. Semua orang memiliki potensi yang sama, yang berbeda adalah sejauh mana kita menggunakan potensi tersebut dan sejauh mana kita mengaplikasikan Man Jadda Wa Jada dalam hidup kita.
Lalu bagaimana cara mengaplikasikan Man Jadda Wa Jada dalam hidup kita? Berikut sedikit kata motivasi yang mungkin berguna bagi kita semua :
  1. Jika kita bersungguh-sungguh, kita akan dapat mengalahkan rasa malas yang menghambat kita untuk bertindak
  2. Jika kita bersungguh-sungguh, kita akan senantiasa mencari cara mengatasi rintangan dan halangan yang dihadapi
  3. Jika kita bersungguh-sungguh, kita akan berusaha melengkapi kekurangan dan tujuan besar hidup kita
  4. Jika kita bersungguh-sungguh, kita akan terus-menerus belajar untuk menuju kesuksesan
  5. Jika kita bersungguh-sungguh, kita tidak akan mudah berhenti untuk terus berpikir kreatif, mencoba dan mencoba sampai kita menemukan jalan yang tepat
  6. Jangan salah berpikir, ternyata sukses itu lebih mudah ketimbang gagal, karena hanya orang yang gagal lah yang faham benar arti sebuah kesuksesan(http:cakmaryanto.wordpress.com/2012/10/28/Man Jadda Wa Jada)
Bersungguh-sungguh, itulah kunci untuk bisa bersaing dengan zaman dan bisa memenuhi kebutuhannya. Sudah selayaknya bagi seorang muslim untuk terus mengungkung dirinya dalam keseriusan bekerja, beramal, dengan tujuan utama mencapai ridho Allah SWT.
Pada masa sekarang ini bukan waktunya lagi untuk berhura-hura dan bernostalgia. Kini saatnya  bersungguh-sungguh dalam setiap bidang yang kita dalami, agar cita-cita tidak hanya berada dalam penjara dan angan-angan belaka. Ingatlah selalu Man Jadda Wa Jada.
Man Jadda Wa Jada harus diterapkan terus menerus, walaupun sudah berhasil meraih apa yang diimpikan.  Mungkin maknanya diperluas,  misalnya harus eling dan waspada. Sehingga bila sewaktu-waktu harus turun bisa turun dengan terhormat, mulus dan elegan. Bila belum berhasil, tidak boleh patah semangat, man shabara zafira, siapa yang bersabar, akan beruntung. Jangan lupa usaha keras yang kita lakukan harus diiringi dengan doa, bila kita berhasil itu bukan semata-mata hasil kerja keras kita, tetapi atas izin-Nya. Dan yang terpenting adalah menyadari  bahwa semua yang kita miliki adalah pinjaman dari-Nya, sehingga kita menjadi orang yang pandai bersyukur.


Oleh : Laely Fitriyani, S.Pd.I

You Might Also Like

0 komentar: