Asyiknya Sekolah Sore Hari

16.53 TK Al Irsyad Purwokerto 0 Comments

Asyiknya Sekolah Sore Hari
Oleh: Nur Sabiha, S.Ag.

Mah kenapa sih sorenya lama sekali padahal aku kan ingin cepat-cepat sekolah. Itulah celoteh seorang anak kepada ibunya, sang ibu berusaha menjawab dengan sabar, lho ini baru pukul 09.00 pagi. Sekolahnya pukul setengah empat sore, main aja dulu ya… sang anak tetap tidak sabar menunggu,  sebab waktu yang terasa begitu lama. Pada pukul 03.00 sore anak tersebut mandi dan segera memakai seragam sekolah sendiri tanpa dibantu oleh ibunya, ayo mah kita berangkat. Akhirnya ibunya mengantar anaknya kesekolah. Disekolah seluruh anak disambut oleh para ustadzah dengan sambutan yang hangat. Tampak gembira dan ceria terpancar dari wajah anak-anak dan ada beberapa anak yang berlompat-lompatan serta sesekali saling berkejaran itulah yang dilakukan anak-anak pada usianya. Anak-anak silahkan masuk ke kelas, wali kelas memanggil anak-anak. Segera mereka menuju kelas dan ustadzah siap memakaikan aksesoris yang menarik.
Wah inilah aksesoris yang dibuat oleh ustadzahku yang aku tanyakan setiap hari kepada ustadzahku. Ustadzah aksesoris ini buat apa sih?... Ini buat acara Day at Night jawab ustadzah. Anak tampak kegirangan ketika ustadzah selesai memakaikan aksesoris itu anak tampak bak putri raja yang cantik jelita dan sholehah demikian juga sekelompok anak laki-laki memakai kain batik yang diikat dipinggang bak putra raja yang tampan dan sholeh.
Pukul 15.45 acara dimulai anak-anak berkumpul untuk berdoa dan mengaji. Kegiatan awal anak-anak senam bersama. Kemudian berangkat berkeliling ke alun-alun diiringi oleh music tradisional berupa kentongan yang bernuansa islami dengan mengumandangkan lagu anak-anak seperti pelangi-pelangi, matahari terbenam, balonku ada lima dan rukun islam, kemudian melakukan berbagai permainan. Permainan ini diciptakan untuk mengembangkan 5 kemampuan dasar anak yaitu:

1.     Kentong Komando
Cara Bermain:
Pertama-tama anak membuat lingkaran sambil bernyanyi bebas, kemudian ada salah satu yang menjadi komando di tengah-tengah lingkaran yang bertugas membunyikan kentongan. Anak-anak bersiap-siap dan konsentrasi mendengarkan bunyi kentongan, kemudian anak-anak membentuk kelompok sesuai dengan jumlah suara kentongan yang dibunyikan oleh komandonya.
Misalnya : tong…tong…tong…tong… artinya ketongan berbunyi 4x anak-anak bersiap-siap membentuk kelompok berjumlah 4 anak. Anak-anak yang tidak lengkap membuat kelompok sesuai jumlah suara kentong yang dibunyikan dikelompokkan tersendiri untuk melakukan gerakan apapun atau menyanyi sesuai permintaan komandonya.
Tujuan permainan  ini adalah untuk menanamkan konsep dasar bilangan 1-20 kepada anak didik sekaligus mengembangkan kemampuan fisik motorik, social spasial.

2.     Kupu-kupu hinggap
Cara Bermain:
Pertama-tama anak-anak dibariskan dua-dua dan membentuk lingkaran. Lalu perwakilan dua anak untuk suit atau pingsut, bagi anak yang menang dikejar dan anak yang kalah mengejar, keduanya saling kejar mengejar seperti kupu-kupu yang terbang kesana-kemari, dan anak boleh mencari perlindungan dan menyelamatkan diri dari kejaran dengan cara hinggap dimanapun sesuai keinginan anak dan boleh hinggap pada anak –anak yang sudah dibariskan dua-dua dalam bentuk lingkaran dengan cara hinggap pada barisan belakang dan anak yang berada di barisan depan atau pertama yang dihinggapi kupu-kupu harus segera berlari menggantikan posisi kupu-kupu yng hingap tadi, demikian seterusnya.
Tujuan permainan ini adalah untuk menanamkan konsep sains pada anak didik.

3.     Siapa Cepat Dia Dapat
Cara Bermain:
Pertama-tama siapkan efamart dengan jumlah yang tidak sama dengan jumlah anak, kemudian siapkan music untuk mengiringi anak-anak untuk bergerak atau menari bebas, saat music dimatikan anak-anak harus segera berebut efamart “Sambil berteriak siapa cepat dia dapat”. Bagi anak yang tidak mendapatkan efamart disendirikan dan diperintahkan untuk menirukan gerakan aneka binatang atau menyanyi.
Tujuan permainan ini adalah untuk menanamkan kemampuan dasar sekaligus pada anak didik.

4.     Gelang Berantai
Cara bermain:
Pertama-tama siapkan 7 anak yang nantinya akan mendapat tugasnya masing-masing. Siapkan simpai yang diikat dengan tali kur sebanyak 6 sisi, pilih satu anak untuk berada di dalam simpai sambil memgang piring yang berisi bola tenis, kemudian 6 anak lainnya dibagi untuk memegang tali kur yang sudah diikatkan pada 6 sisi simpai, kemudian setelah ada aba-aba mulai…. Anak mulai mengangkat tali 6 sisi tersebut dan berusaha mengendalikannya dengan cara bekerjaasma agar simpai dapat terangkat, sehingga anak yang berada di tengah simpai dapat berjalan membawa piring yang berisi bola tenis sampai garis finish yang sudah ditentukan.
Tujuan permainan ini adalah untuk menciptakan kerjasama sekaligus menanamkan konsep matematikan menghitung bola yang ada di dalam piring.

5.     Ulat Berjalan
Cara bermain:
Pertama-tama siapkan simpai 6 buah, kemudian kain untuk mengikat kaki. Simpai diletakan berurutan ke saping, lalu 4 anak berbaris berdampingan dengan kedua kaki diikatkan dengan kaki teman di sebelahnya, setelah mendengar aba-aba mulai, anak harus berusaha bergeser sedikit demi sedikit dengan kaki yang terikat ke simpai yang berada disebelahnya, dengan kekompakan dan kerjasama yang baik, maka anak akan berhasil bergeser tanpa terjatuh walau kedia kaki terikat satu sama lain.
Tujuan permainan ini adalah untuk melatih keseimbangan anak.

Menjelang maghrib anak sudah berwudhu dan siap untuk melaksanakan sholat maghrib berjamaah di sekolah bersama ustadzah dan beberapa orangtua. Setelah sholat maghrib anak-anak menglang hafalan surat al fiil, al fatihah dan al quraisy diteruskan mendengarkan dongeng bersama kak Afid.
Akhirnya acara selesai anak-anak dijemput oleh orangtua masing-masing dengan hati yang senang dan gembira, besok sekolahnya sore lagi ya ustadzah… celoteh salah satu anak yang dilontarkan pada ustadzah. Lho kenapa harus sekolah sore lagi… iya aku senang sih bisa main bareng temen yang lain di alun-alun.











0 komentar:

Man Jadda Wa Jada

16.47 TK Al Irsyad Purwokerto 0 Comments


Man Jadda Wa Jadaمن جدّ وجد ) adalah salah satu dari peribahasa Arab yang terkenal sampai ke ujung dunia, peribahasa ini memiliki makna ganda yang setiap orang bisa dan boleh mengartikan berbeda tergantung konteks kalimat itu digunakan. Akan tetapi, dunia sepakat bahwa pribahasa tersebut berarti barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka pasti  akan berhasil, juga terkenal di masyarakat kita pepatah “Dimana ada kemauan, pasti disitu ada Jalan “. Tidak ada hal yang sulit jika kita mau berusaha dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas, yang penting ada kemauan dan ada kesungguhan serta gunakan logika serta ilmu pengetahuan sesuai kapasitas kita masing masing yang telah Allah Ta’ala karuniakan.
Setiap manusia punya potensi untuk tumbuh dan berkembang, jadi bukan hanya sekedar tumbuh semata, melainkan harus berkembang. Allah sudah berikan modal dasar berupa otak dan akal yang lebih baik dibandingkan dengan mahluk lainnya di muka bumi ini. Jadi sangatlah keliru jika kita beranggapan bahwa nasib tidak bisa diubah. Nasib kita itu kita sendirilah yang menentukan, sebagaimana yang telah di firmankan oleh Allah dalam kitab suci Al-Quran bahwa “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu sendiri yang mengubah nasib atau keadaan yang ada pada dirinya” (QS Ar-Ra’d 11).
Kalimat ajaib berbahasa arab man jadda wa jada ini bermakna ringkas tapi juga tegas “Barangsiapa yang bersungguh-sungguh, maka pasti akan berhasil”. Kata mutiara sederhana yang sangat kuat dan terus menjadi kompas kehidupan bagi manusia yang haus akan motivasi. Pertanyaannya adalah sejauh mana kita sudah mengaplikasikan pepatah ini dengan sungguh-sungguh. Karena banyak yang sudah tahu tapi masih sedikit yang mengaplikasikannya.
Nah, bagaimana mengaplikasikannya?  Kata kuncinya adalah jadda, bersungguh-sungguh. Tentu kita harus pintar-pintar memilih jalan untuk mengaplikasikannya. Pilih yang Tuhan ridho atau sebaliknya. Sejatinya man jadda wa jada harus diaplikasikan dengan kerja keras, cerdas dan kerja ikhlas.
Jika kita bersungguh-sungguh akan selalu ada jalan untuk mencapai apa yang kita inginkan, akan selalu ada jalan untuk memecahkan setiap permasalahan. Potensi pikiran, hati dan tubuh kita sangat cukup untuk mengatasi masalah yang kita dihadapi. Semua orang memiliki potensi yang sama, yang berbeda adalah sejauh mana kita menggunakan potensi tersebut dan sejauh mana kita mengaplikasikan Man Jadda Wa Jada dalam hidup kita.
Lalu bagaimana cara mengaplikasikan Man Jadda Wa Jada dalam hidup kita? Berikut sedikit kata motivasi yang mungkin berguna bagi kita semua :
  1. Jika kita bersungguh-sungguh, kita akan dapat mengalahkan rasa malas yang menghambat kita untuk bertindak
  2. Jika kita bersungguh-sungguh, kita akan senantiasa mencari cara mengatasi rintangan dan halangan yang dihadapi
  3. Jika kita bersungguh-sungguh, kita akan berusaha melengkapi kekurangan dan tujuan besar hidup kita
  4. Jika kita bersungguh-sungguh, kita akan terus-menerus belajar untuk menuju kesuksesan
  5. Jika kita bersungguh-sungguh, kita tidak akan mudah berhenti untuk terus berpikir kreatif, mencoba dan mencoba sampai kita menemukan jalan yang tepat
  6. Jangan salah berpikir, ternyata sukses itu lebih mudah ketimbang gagal, karena hanya orang yang gagal lah yang faham benar arti sebuah kesuksesan(http:cakmaryanto.wordpress.com/2012/10/28/Man Jadda Wa Jada)
Bersungguh-sungguh, itulah kunci untuk bisa bersaing dengan zaman dan bisa memenuhi kebutuhannya. Sudah selayaknya bagi seorang muslim untuk terus mengungkung dirinya dalam keseriusan bekerja, beramal, dengan tujuan utama mencapai ridho Allah SWT.
Pada masa sekarang ini bukan waktunya lagi untuk berhura-hura dan bernostalgia. Kini saatnya  bersungguh-sungguh dalam setiap bidang yang kita dalami, agar cita-cita tidak hanya berada dalam penjara dan angan-angan belaka. Ingatlah selalu Man Jadda Wa Jada.
Man Jadda Wa Jada harus diterapkan terus menerus, walaupun sudah berhasil meraih apa yang diimpikan.  Mungkin maknanya diperluas,  misalnya harus eling dan waspada. Sehingga bila sewaktu-waktu harus turun bisa turun dengan terhormat, mulus dan elegan. Bila belum berhasil, tidak boleh patah semangat, man shabara zafira, siapa yang bersabar, akan beruntung. Jangan lupa usaha keras yang kita lakukan harus diiringi dengan doa, bila kita berhasil itu bukan semata-mata hasil kerja keras kita, tetapi atas izin-Nya. Dan yang terpenting adalah menyadari  bahwa semua yang kita miliki adalah pinjaman dari-Nya, sehingga kita menjadi orang yang pandai bersyukur.


Oleh : Laely Fitriyani, S.Pd.I

0 komentar: