PENGARUH TELEVISI BAGI ANAK

17.49 TK Al Irsyad Purwokerto 0 Comments


Betapa besarnya kemajuan dan perubahan yang terjadi semenjak TV ditemukan. Kita dapat menyaksikan liputan berita tentang berbagai peristiwa dari seluruh dunia dan  kita juga dapat menyaksikan berbagai jenis film, dari film kartun, drama, biografi, aksi, edukasi, musik dan lain sebagainya, dari dalam dan luar negeri. Jadi, jika memang begitu banyak kemajuan yang diberikan dengan adanya TV, lalu apa masalahnya ? Sebenarnya TV-nya sendiri memang tidak bermasalah. Problemnya adalah berapa lama anak-anak kita menonton TV, dan apa pengaruhnya bagi mereka ?

Efek negatif ?
Sebenarnya mengapa TV yang bisa memberi efek negatif? Pokok permasalahan yang paling besar, sebenarnya adalah ketidakmampuan seorang anak membedakan dunia yang ia lihat di TV dengan apa yang sebenarnya. Bila orang dewasa melihat film – film aksi atau horor, mereka tahu apa yang mungkin atau apa yang tidak mungkin. Orang dewasa tahu bahwa tokoh Rambo, Frankenstein, Zombie, Superman dan lain-lain adalah karangan saja. Orang dewasa juga tahu bahwa orang tidak dibunuh atau dipukul sungguh-sungguh dalam film. Sebaliknya, seorang anak kebanyakan belum mengenal dan mengetahui apa itu akting, apa itu efek film, atau apa itu tipuan kamera dan lain sebagainya. Bagi anak-anak, dunia di luar rumah adalah dunia yang seperti apa yang ada di TV, yang mereka lihat setiap kali.Penelitian membuktikan bahwa menonton televisi memiliki dampak negatif bagi anak-anak, diantaranya adalah :
  • Meningkatkan agresivitas anak. Anak-anak yang menonton TV memiliki tingkat agresivitas lebih tinggi. Ini tentu tidak lepas dari banyaknya tayangan kekerasan dan agresivitas di TV. Di mata anak-anak, kekerasan yang ada menjadi hal yang biasa, dan boleh-boleh saja dilakukan apalagi terhadap orang yang bersalah,karena memang itu semua ditunjukkan dalam film-film.
  • Akibat dalam jangka lama dan terus menerus hanya dipengaruhi dua stimulus saja, yakni suara dan gambar, maka kemampuan anak berkonsentrasi sangat pendek. Mereka jadi kesulitan dalam belajar yang ujung-ujungnya menimbulkan kemalasan belajar.
  • Akibat terus menerus di depan TV maka aktivitas fisik anak berkurang. Mereka menjadi kurang terampil. Lebih buruk lagi, mereka menjadi kekurangan waktu untuk bermain, bersosialisasi dan berkomunikasi dengan teman-temannya. Akibatnya keterampilan emosi dan sosial anak tidak berkembang.
Bagaimana Solusinya ?
Idealnya, efek positif dari kemajuan televisi ini kita perluas, dan efek negatif yang ada ini kita hilangkan, atau minimal kita tekan seminimal mungkin. Untuk itu, ada beberapa hal yang mungkin bisa kita lakukan untuk menghadapi masalah ini, antara lain :
·         Untuk anak yang masih sangat kecil, ia belum bisa membedakan antara siaran TV atau rekaman video yang diputar. Orang tua dapat memilihkan film (video) yang menarik dan mendidik anak, sesuai usianya itu. Akan tetapi ada satu hal yang harus diingat, jangan memutarkan video yang kita sendiri belum lihat, minimal ketahui persis apa isinya.
·         Periksalah jadwal acara TV, sehingga kita bisa mengatur jadwal film / acara apa yang akan ditonton bersama anak.
·         Memperhatikan acara apa yang mau ditonton dan perhatikan juga acara berikutnya apa.
·         Dengan menemani anak menonton TV, kita dapat mengajaknya membahas apa yang ada di TV, dan membuatnya mengerti bahwa apa yang ada di TV tidak semua sama dengan apa yang ada sebenarnya.
·         Diskusikan dan bantulah anak memperoleh manfaat dari acara TV.
·         Mengatur jam tertentu kapan anak boleh menonton TV dan kapan untuk aktifitas yang lain. Di sini orang tua harus memberi contoh pada anak , dengan tidak banyak menonton TV. Jika anak melihat orang tuanya sering menonton TV, sedangkan ia tidak boleh, tentu ia akan merasa diperlakukan tidak adil.
·         Lokasi TV di rumah juga diatur sedemikian rupa, agar tidak berdekatan dengan tempat anak belajar.
·         Ajak anak untuk melakukan banyak aktifitas lain, selain hanya menonton TV. Kita dapat mengajak anak bermain atau berolahraga di sekitar rumah. Atau dapat juga memperkenalkan dan mengajarkannya suatu hobi yang baru.

Ratna Noer Hidayah, S.Pd
Guru Pendamping kelas B3 “ Al ‘Aziiz “
TK AL IRSYAD AL ISLAMIYYAH PURWOKERTO

You Might Also Like

0 komentar: