Melatih Kemampuan Dasar Anak Usia Dini Bersama Ibu Agar Cerdas Berkarakter

17.56 TK Al Irsyad Purwokerto 1 Comments



Ibu merupakan objek sentral utama dalam mengoptimalkan kemampuan dasar anak. Aspek kemampuan dasar terdiri dari kemampuan motorik kasar, motorik halus, bahasa, kognitif, sosial,  kreatifitas dan spiritual. Kemampuan dasar anak usia dini (0-6 tahun) sangat luar biasa, karena memiliki jumlah sel-sel yang lebih banyak dibandingkan dengan orang dewasa. Saat itu biasa di kenal dengan sebutan periode emas (golden age). Sel-sel muda ini memiliki peluang untuk tumbuh dan berkembang serta berfungsi secara optimal, atau sebaliknya menyusut dan melebur kembali dalam sistem metabolisme tubuh. Semua tergantung apakah sel-sel ini di aktifkan sehingga mampu membentuk jaringan kerja sistem tubuh, atau dibiarkan sehingga melemah dan tidak berfungsi untuk kemudian mati.
Oleh karena itulah, peran Ibu sangat dibutuhkan dalam proses belajar pada masa tumbuh kembang anak. Kemampuan dasar pertama yang perlu di rangsang secara optimal yaitu kemampuan psikomotorik. Anak-anak usia dini biasanya memiliki perkembangan pesat pada koordinasi visio-motoriknya. Kemampuan psikomotorik ternyata dapat berinteraksi dengan kemampuan dasar lainnya.  Sebagai contoh, Ibu dapat mengajak anak untuk belajar sambil bermain meyusun puzzle, balok warna, menangkap bola, atau berolah raga sebagai bentuk latihan psikomotorik dan kognitif anak. Memberikan kesempatan anak untuk menciptakan kreatifitas melalui belajar menggambar, juga merupakan salah satu rangsangan kemampuan motorik halus dan seninya. Selain itu, membiasakan anak untuk melakukan Toilet Training (latihan pembuangan kotoran), serta memakai pakaian sendiri dapat dikategorikan pula sebagai latihan psikomotorik dan sekaligus melatih kemandirian.
Kemampuan dasar berikutnya yang penting untuk di latih sejak dini adalah kemampuan berbahasa. Mengenalkan bahasa kepada anak usia dini yang berbasis islami, ternyata mampu meningkatkan bahasa anak di atas rata-rata. Pengenalan bahasa tersebut bisa dalam bentuk penyampaian kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya melalui lagu dan cerita, membiasakan doa-doa sejak dini, membiasakan untuk berbahasa sopan, santun, serta menanamkan informasi keislaman dengan rajin membacakan ayat-ayat Al Qur’an. 
Melatih berinteraksi dengan teman sebaya di lingkungan sekitar, dapat melatih kemampuan sosial anak. Ibu juga bisa mengenalkan kepada anak mengenai adab berteman yang baik, mengenalkan rasa toleransi dan kasih sayang terhadap teman, serta saling tolong menolong dalam upaya meningkatkan kemampuan sosial emosinya.
Karakter keislaman yang kuat harus pula ditanamkan sejak dini sebagai kemampuan spiritualnya. Untuk itu, ibu harus menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang islami di rumah, sebagai bentuk keteladanan bagi anak. Informasi dasar spiritual bagi anak yang penting untuk disampaikan diantarnya siapa yang harus ia cintai?, Siapa yang layak diteladani dalam kehidupan ini?, siapa yang harus ia hormati, kasihi dan sayangi?. Anak tidak bisa dibiarkan memilih sendiri. Ibulah yang harus menanamkan nilai-nilai tersebut kepada anaknya agar tercipta karakter pribadi anak yang mulia.


Oleh : Dyah Nurnaini

You Might Also Like

1 komentar:

  1. keren abis bognya........
    sips.....
    salam kenal.....

    BalasHapus