MANFAAT BERMAIN BALOK BAGI ANAK USIA DINI

18.06 TK Al Irsyad Purwokerto 0 Comments


            Bermain merupakan dunia anak usia dini, baik di rumah, di lingkungan masyarakat ataupun di lingkungan tempat pendidikan, bermain dikategorikan menjadi dua kelompok yaitu bermain terpimpin dan bermain bebas. Yang dimaksud bermain terpimpin adalah dalam bermain anak tidak bebas, melainkan terikat pada peraturan permainan atau kegiatan tertentu. Biasanya permainan dan alat permainan diciptakan oleh guru. Contoh bermain terpimpin seperti berikut : Mas Muhammad dan teman-teman berimajinasi membentuk sebuah bangunan gedung bertingkat yang terbuat dari potongan balok segi tiga, segi empat dan lingkaran. Anak–anak berlomba memilih balok yang akan digunakan untuk bermain. Namun ada satu anak yang mogok dan menangis karena tidak kebagian balok, kemudian ustadzah membagi balok secara terbimbing dan setiap anak hanya boleh mengambil balok sebanyak 15 buah.
            Peristiwa bermain balok di atas menunjukan ada beberapa cara yang dapat diberikan kepada anak didik dalam menyampaikan permainan yaitu bermain dengan terpimpin akan menunjukan keteraturan dalam bermain, dibalik itu anak dapat belajar mengenal konsep membilang 1 – 15 yang dipadukan dengan kegiatan fisik motorik melalui berjalan jongkok menuju ketempat permainan, selanjutnya anak dapat menciptakan bentuk yang diinginkan melalui imajinasi anak masing-masing.
Sedangkan yang dimaksud bermain bebas adalah dalam bermain anak bebas memilih sendiri kegiatan yang diinginkan serta alat-alat yang ingin digunakan. Bermain bebas merupakan bentuk bermain dimana anak aktif baik dengan alat maupun tanpa alat, di dalam maupun di luar ruangan. Saat bermain bebas anak-anak membutuhkan tempat, waktu, peralatan bermain serta kebebasan. Kebebasan yang diberikan adalah kebebasan yang tertib dan bertanggung jawab. Kebebasan tersebut diarahkan pada tumbuhnya disiplin diri secara bertahap. Contoh bermain bebas seperti berikut : bermain air, bermain balok dan logo/lego, bermain pasir.
            Salah satu kegiatan bermain bebas adalah bermain balok. Pengembangan kemampuan anak dalam bermain balok merupakan suatu kegiatan yang bertujuan mengembangkan aspek perkembangan anak yang meliputi aspek kognitif, fisik motorik, sosial, emosional. Melalui bermain balok anak dapat mengekspresikan imajinasinya yang bersifat abstrak menjadi sesuatu yang konkret dan mendapatkan konsep-konsep penting dalam pemecahan masalah matematika dan sebagainya.
            Agar anak-anak dalam belajar merasa senang tidak jenuh sehingga hasil belajar anak bisa seoptimal mungkin. Maka dalam  bermain balok, alat yang digunakan harus bermacam-macam  dan aktivitas yang bervariasi diharapkan pelaksanaan bermain balok dengan metode bermain akan membantu anak cepat  mengenal dan memahami berbagai bentuk, warna, dan ukuran. Bermain balok memiliki peranan langsung dalam pengembangan kecerdasan anak, yaitu dengan cara bermain simbolis. Bermain simbolis memiliki kegiatan yang menentukan dalam perkembangan berpikir abstrak. Pendapat Reifel (1984), Philips dan Hanline (1999) mengenai manfaat bermain balok yaitu sebagai berikut :
1.      Kemampuan berkomunikasi : Komunikasi diperlukan oleh anak manakala ia ingin menyatakan pendapat tentang sesuatu yang berhubungan dengan bangunan yang sedang dibuatnya.
2.      Kekuatan dan koordinasi motorik halus dan kasar : Balok adalah alat bermain yang berguna untuk mengembangkan fisik anak.
3.      Mengembangkan pemikiran simbolik : Membangun balok-balok sangat penting bagi perkembangan kognitif anak.
4.      Konsep matematika : Dengan bermain balok anak-anak mengenal konsep lebih banyak – lebih sedikit, sama dan tidak sama, konsep angka dan bilangan serta sains, seperti menghitung, klasifikasi, gravitasi dan stabilisasi.
 Dalam kehidupan anak, bermain mempunyai arti yang sangat penting. Dapat dikatakan bahwa setiap anak yang sehat selalu mempunyai dorongan untuk bermain sehingga dapat dipastikan bahwa anak yang tidak bermain-main pada umumnya dalam keadaan sakit jasmaniahnya atau rohaniahnya.
Pengaturan lingkungan bermain balok harus menyenangkan dan memberi rasa aman pada anak. Oleh karena itu, pengaturan lingkungan bermain balok didesain bervariasi serta memajang balok dan kelengkapannya sehingga membangkitkan minat dan rasa ingin tahu anak serta membuat anak merasa nyaman. Apabila anak merasa aman dengan lingkungan disekitarnya mereka akan mampu berperan lebih baik dalam pencapaian program kemampuan bermain balok.
Secara umum dapat disimpulkan bahwa banyak manfaat dengan bermain balok, disamping sebagai kegiatan yang aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan juga bermanfaat untuk pengembangan kognitif, fisik, sosial, emosional dan bermain juga mempunyai manfaat yang besar bagi perkembangan anak secara keseluruhan.


Oleh Ustadzah Rahayu Lihati

You Might Also Like

0 komentar: