MENGGAMBAR ITU MUDAH

18.38 TK Al Irsyad Purwokerto 0 Comments


Setujukah kita dengan kalimat di atas?  Jika kita setuju,  tentu sudah  menguasai   jurus-jurus jitu untuk menggambar.  Jika belum, kita sedang memegang buku yang mudah-mudahan bisa membantu kita menyetujui kalimat di atas.
Menggambar memang mudah.  Semua orang yang motorik halusnya masih berfungsi baik pasti bisa melakukannya.  Berilah seorang batita alat gambar, sudah pasti dia akan segera menggunakannya untuk “menggambarkan” pengalamannya meski apa yang digambar sama sekali tidak mewakili apa yang dimaksudnya.  Setidaknya hingga usia TK, setiap anak masih suka menggambar. Hanya pengalaman buruk dengan menggambarlah yang membuat kita kemudian mencap diri sebagai orang yang tidak bisa  menggambar, dan karenanya tidak mau (lagi)  bersusah payah belajar menggambar.
Menggambar memang mudah.  Tidak seperti melukis.  Menggambar hanya memerlukan garis dan lengkung.  Menggambar tidak harus selalu sama dengan aslinya.  Selama ciri-ciri khas dari sesuatu itu sudah tertera,   sebuah gambar sudah dikatakan berhasil.  Misal, gambar  akan dikenali sebagai  gambar panda jika menunjukkan hewan yang bulat, hitam putih dengan lingkar hitam lebar di sekeliling mata.  Atau sebuah gambar dianggap sebagai gambar burung jika menunjukkan adanya paruh dan sayap.
Bagaimana untuk sampai pada anggapan bahwa menggambar itu mudah?  Sama seperti ketrampilan lain, kita  tentu harus banyak berlatih.  Latihan-latihan awal mungkin akan membuat kita kecewa karena sepertinya tidak membawa  perubahan berarti dalam kemampuan menggambar.  Jangan putus asa, teruslah berlatih, Einstein  saja tak menemukan teori relativitas dalam semalam.  konsistensi kita dalam berlatih akan sangat menentukan bisa tidaknya kita menggambar dengan baik.
Jika kita merasa bosan di tengah latihan, ingatlah bahwa bagi anak-anak, seorang guru yang bisa menggambar akan dianggap lebih hebat  dari guru yang lain.  Ingat juga bahwa guru yang tidak mau belajar menggambar hanya akan menghasilkan murid-murid yang tidak tertarik belajar menggambar.  Guru yang tidak menghargai hasil karyanya, sudah pasti akan menghasilkan murid yang tidak akan pernah bangga dengan hasil karyanya dan dirinya.

Siap Berlatih Menggambar?
Mari kita mulai dengan aturan-aturan yang harus ditegakkan selama kita belajar menggambar, ataupun mengajarkan menggambar pada anak-anak.
1.      Singkirkan jauh-jauh semua jenis penghapus.
Penghapus adalah musuh besar bagi mereka yang sedang belajar.  Penghapus hanya akan membuat kita merasa terus tidak sempurna.  Alih-alih menggambar, kita justru akan lebih sibuk menghapus. 
2.      Gunakan alat dan media gambar yang paling pas bagi kita.
Jangan merasa minder karena anda tak berani memakai spidol.  Kalau memang anak kita lebih merasa nyaman dengan pensil, gunakan pensil.  Anak-anak bisa juga menebalkan dengan spidol .
3.      Yakinlah bahwa gambar kereta yang rumit hanya terdiri dari susunan garis yang ditempatkan dengan tepat. 

Mari berlatih dengan urutan kegiatan  Latihan sebagai berikut:
A.      LATIHAN AWAL
B.      LATIHAN MENGENALI EKSPRESI
C.      MENCONTOH
D.     MEMODIFIKASI GAMBAR


A.     LATIHAN AWAL

Sebagai latihan awal, ambillah selembar kertas F4 lalu bagilah menjadi empat bagian sama besar, dengan menarik garis vertical dan horisontal.  Kalau ini masih terasa terlalu besar bagi anda, silahkan menggunakan kertas yang lebih kecil, tapi berusahalah untuk terus meningkatkan ukuran kertas yang dipakai.  Ingat, nantinya anda akan menggambar di bidang seluas papan tulis.

1.    Pada bidang pertama, anda akan belajar menarik garis mendatar atau horizontal.  Tariklah garis dari ujung kertas hingga garis pemisah.   Peraturannya, anda tidak boleh mengulang-ulang menarik garis  atau berhenti ditengah jalan.  Pastikan garis anda menyentuh garis pembatas.  Jika belum berhasil, ulangi dengan garis kedua.  Jika belum juga, ulangi lagi sampai  tangan anda menemukan cara untuk menarik garis tanpa gemetar ataupun berhenti di tengah garis.  Latihan yang berulang akan menjadikan anda bisa menarik garis lurus meski tanpa penggaris
2.   Pada bidang kedua, kita akan menarik garis vertical.  Peraturannya sama dengan latihan satu. Anda tidak boleh berhenti di tengah jalan ataupun mengulang garis.  Lanjutkan garis anda betapapun miringnya
3.   Pada bidang ketiga, kita akan belajar membuat lingkaran.  Seringkali muncul keluhan di antara kita bahwa lingkaran kita penjol.  Berlatihlah dengan membuat lingkaran kecil terlebih dahulu.  Garis keliling lingkaran harus bertemu, tidak menyisakan ruang kosong antara ujung dan pangkal.  Garis tidak boleh diulang ataupun berhenti di tengah jalan.  Jika lingkaran kecil anda sudah memenuhi syarat ini, ulangi dengan  lingkaran yang lebih besar.
4.    Pada bidang ke empat kita akan berlatih membuat garis lengkung.  Bagi bidang menjadi empat baris.  Di baris pertama, buatlah garis lengkung seperti huruf c.  di baris kedua buatlah garis lengkung c terbalik.  Di baris ketiga buatlah garis lengkung seperti  huruf u.  di baris ke empat, buatlah garis lengkung seperti huruf n.

  
B.      LATIHAN MENGENALI EKSPRESI

Berdasarkan pengalaman  sebagai  guru, ekspresi gambar yang tepat akan membantu mengalihkan anak dari kekurang kesempurnaan gambar kita.  Anak akan lebih tertarik dengan ekspresi yang muncul.  Oleh sebab itu, kenalilah ekspresi  dengan bereksperimen dengan bentuk alis, mata, bibir.  Pada gambar sederhana, ekspresi raut muka adalah yang paling mudah dibuat. 
Bentuk alis, mata,hidung, mulut dan rambut juga akan membantu menjelaskan identitas tokoh kita. Berlatihlah dengan membuat kepala dengan “isian” yang bermacam-macam.  Anda akan menemukan bahwa satu bagian kecil gambar anda akan mempengaruhi keseluruhan gambar.  Bentuk alis yang tajam dengan bibir tersenyum  akan menunjukkan efek yang berbeda dengan alis lengkung dan bibir tersenyum


C.      MENCONTOH

Banyak melihat gambar akan membuat kita tahu mana gambar yang pas dengan karakter dan kemampuan kita.  Ada orang yang lebih menyukai gambar bulat, sederhana, minim detil.  Maka gambarnya pun akan cenderung bergaya sama.  Ada orang yang lebih menyukai gambar yang  detil dan proporsional.  Ada juga orang lebih menyukai gambar dengan model sticky figure.  Apa yang kita anggap bagus akan mempengaruhi gaya kita dalam menggambar.  Karena ini masih latihan kita akan mulai dengan bentuk-bentuk yang tersusun dari garis  sederhana, mudah dibuat/ditarik, minim detil, karenanya bisa selesai dalam waktu cepat.  Sehingga ketika kita mengajarkan pada anak, anak tidak akan kebingungan dengan tahapan yang terlalu banyak


D.     MEMODIFIKASI GAMBAR

Kebanyakan dari kita memiliki kecenderungan untuk selalu menggambar hewan atau manusia dengan hidung  di sebelah kiri kertas.  Ini karena guru kita dulu juga mengajarkan dengan cara seperti itu.  Agar kecenderungan ini tidak terulang kembali, berusahalah selalu untuk membuat gambar dengan orientasi  yang berbeda.
Kadang-kadang kita juga merasa gambar yang kita contoh kekurangan detil penting atau terlalu jauh dari bentuk aslinya.  Ubahlah sesuai dengan keinginan anda .  Suatu  saat  anda akan menemukan gaya sendiri.  Gaya anda ini adalah sidik jari anda.  Gambar anda akan mudah dibedakan dari gambar orang lain.


E.      AYO MULAI

Mulailah dengan gambar yang paling anda sukai.  Gambar yang paling anda sukai tentunya adalah gambar yang anda paling pahami detailnya.  Anda tidak harus mengikuti urutan yang ada di dalam buku ini.  Anda juga tidak harus mengajarkan sesuai dengan urutan yang sama.  Kalau anak sudah meminta menggambar  helicopter, ajarkan saja meski nanti hasilnya jauh dari yang diharapkan. 
Berikut  adalah berdasar gambar yang paling mudah dibuat karena paling singkat tahapannya. 


Ikan


Oleh : shinta kanti nugrahaningrum

0 komentar:

MANFAAT BERMAIN BALOK BAGI ANAK USIA DINI

18.06 TK Al Irsyad Purwokerto 0 Comments


            Bermain merupakan dunia anak usia dini, baik di rumah, di lingkungan masyarakat ataupun di lingkungan tempat pendidikan, bermain dikategorikan menjadi dua kelompok yaitu bermain terpimpin dan bermain bebas. Yang dimaksud bermain terpimpin adalah dalam bermain anak tidak bebas, melainkan terikat pada peraturan permainan atau kegiatan tertentu. Biasanya permainan dan alat permainan diciptakan oleh guru. Contoh bermain terpimpin seperti berikut : Mas Muhammad dan teman-teman berimajinasi membentuk sebuah bangunan gedung bertingkat yang terbuat dari potongan balok segi tiga, segi empat dan lingkaran. Anak–anak berlomba memilih balok yang akan digunakan untuk bermain. Namun ada satu anak yang mogok dan menangis karena tidak kebagian balok, kemudian ustadzah membagi balok secara terbimbing dan setiap anak hanya boleh mengambil balok sebanyak 15 buah.
            Peristiwa bermain balok di atas menunjukan ada beberapa cara yang dapat diberikan kepada anak didik dalam menyampaikan permainan yaitu bermain dengan terpimpin akan menunjukan keteraturan dalam bermain, dibalik itu anak dapat belajar mengenal konsep membilang 1 – 15 yang dipadukan dengan kegiatan fisik motorik melalui berjalan jongkok menuju ketempat permainan, selanjutnya anak dapat menciptakan bentuk yang diinginkan melalui imajinasi anak masing-masing.
Sedangkan yang dimaksud bermain bebas adalah dalam bermain anak bebas memilih sendiri kegiatan yang diinginkan serta alat-alat yang ingin digunakan. Bermain bebas merupakan bentuk bermain dimana anak aktif baik dengan alat maupun tanpa alat, di dalam maupun di luar ruangan. Saat bermain bebas anak-anak membutuhkan tempat, waktu, peralatan bermain serta kebebasan. Kebebasan yang diberikan adalah kebebasan yang tertib dan bertanggung jawab. Kebebasan tersebut diarahkan pada tumbuhnya disiplin diri secara bertahap. Contoh bermain bebas seperti berikut : bermain air, bermain balok dan logo/lego, bermain pasir.
            Salah satu kegiatan bermain bebas adalah bermain balok. Pengembangan kemampuan anak dalam bermain balok merupakan suatu kegiatan yang bertujuan mengembangkan aspek perkembangan anak yang meliputi aspek kognitif, fisik motorik, sosial, emosional. Melalui bermain balok anak dapat mengekspresikan imajinasinya yang bersifat abstrak menjadi sesuatu yang konkret dan mendapatkan konsep-konsep penting dalam pemecahan masalah matematika dan sebagainya.
            Agar anak-anak dalam belajar merasa senang tidak jenuh sehingga hasil belajar anak bisa seoptimal mungkin. Maka dalam  bermain balok, alat yang digunakan harus bermacam-macam  dan aktivitas yang bervariasi diharapkan pelaksanaan bermain balok dengan metode bermain akan membantu anak cepat  mengenal dan memahami berbagai bentuk, warna, dan ukuran. Bermain balok memiliki peranan langsung dalam pengembangan kecerdasan anak, yaitu dengan cara bermain simbolis. Bermain simbolis memiliki kegiatan yang menentukan dalam perkembangan berpikir abstrak. Pendapat Reifel (1984), Philips dan Hanline (1999) mengenai manfaat bermain balok yaitu sebagai berikut :
1.      Kemampuan berkomunikasi : Komunikasi diperlukan oleh anak manakala ia ingin menyatakan pendapat tentang sesuatu yang berhubungan dengan bangunan yang sedang dibuatnya.
2.      Kekuatan dan koordinasi motorik halus dan kasar : Balok adalah alat bermain yang berguna untuk mengembangkan fisik anak.
3.      Mengembangkan pemikiran simbolik : Membangun balok-balok sangat penting bagi perkembangan kognitif anak.
4.      Konsep matematika : Dengan bermain balok anak-anak mengenal konsep lebih banyak – lebih sedikit, sama dan tidak sama, konsep angka dan bilangan serta sains, seperti menghitung, klasifikasi, gravitasi dan stabilisasi.
 Dalam kehidupan anak, bermain mempunyai arti yang sangat penting. Dapat dikatakan bahwa setiap anak yang sehat selalu mempunyai dorongan untuk bermain sehingga dapat dipastikan bahwa anak yang tidak bermain-main pada umumnya dalam keadaan sakit jasmaniahnya atau rohaniahnya.
Pengaturan lingkungan bermain balok harus menyenangkan dan memberi rasa aman pada anak. Oleh karena itu, pengaturan lingkungan bermain balok didesain bervariasi serta memajang balok dan kelengkapannya sehingga membangkitkan minat dan rasa ingin tahu anak serta membuat anak merasa nyaman. Apabila anak merasa aman dengan lingkungan disekitarnya mereka akan mampu berperan lebih baik dalam pencapaian program kemampuan bermain balok.
Secara umum dapat disimpulkan bahwa banyak manfaat dengan bermain balok, disamping sebagai kegiatan yang aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan juga bermanfaat untuk pengembangan kognitif, fisik, sosial, emosional dan bermain juga mempunyai manfaat yang besar bagi perkembangan anak secara keseluruhan.


Oleh Ustadzah Rahayu Lihati

0 komentar:

Melatih Kemampuan Dasar Anak Usia Dini Bersama Ibu Agar Cerdas Berkarakter

17.56 TK Al Irsyad Purwokerto 1 Comments



Ibu merupakan objek sentral utama dalam mengoptimalkan kemampuan dasar anak. Aspek kemampuan dasar terdiri dari kemampuan motorik kasar, motorik halus, bahasa, kognitif, sosial,  kreatifitas dan spiritual. Kemampuan dasar anak usia dini (0-6 tahun) sangat luar biasa, karena memiliki jumlah sel-sel yang lebih banyak dibandingkan dengan orang dewasa. Saat itu biasa di kenal dengan sebutan periode emas (golden age). Sel-sel muda ini memiliki peluang untuk tumbuh dan berkembang serta berfungsi secara optimal, atau sebaliknya menyusut dan melebur kembali dalam sistem metabolisme tubuh. Semua tergantung apakah sel-sel ini di aktifkan sehingga mampu membentuk jaringan kerja sistem tubuh, atau dibiarkan sehingga melemah dan tidak berfungsi untuk kemudian mati.
Oleh karena itulah, peran Ibu sangat dibutuhkan dalam proses belajar pada masa tumbuh kembang anak. Kemampuan dasar pertama yang perlu di rangsang secara optimal yaitu kemampuan psikomotorik. Anak-anak usia dini biasanya memiliki perkembangan pesat pada koordinasi visio-motoriknya. Kemampuan psikomotorik ternyata dapat berinteraksi dengan kemampuan dasar lainnya.  Sebagai contoh, Ibu dapat mengajak anak untuk belajar sambil bermain meyusun puzzle, balok warna, menangkap bola, atau berolah raga sebagai bentuk latihan psikomotorik dan kognitif anak. Memberikan kesempatan anak untuk menciptakan kreatifitas melalui belajar menggambar, juga merupakan salah satu rangsangan kemampuan motorik halus dan seninya. Selain itu, membiasakan anak untuk melakukan Toilet Training (latihan pembuangan kotoran), serta memakai pakaian sendiri dapat dikategorikan pula sebagai latihan psikomotorik dan sekaligus melatih kemandirian.
Kemampuan dasar berikutnya yang penting untuk di latih sejak dini adalah kemampuan berbahasa. Mengenalkan bahasa kepada anak usia dini yang berbasis islami, ternyata mampu meningkatkan bahasa anak di atas rata-rata. Pengenalan bahasa tersebut bisa dalam bentuk penyampaian kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya melalui lagu dan cerita, membiasakan doa-doa sejak dini, membiasakan untuk berbahasa sopan, santun, serta menanamkan informasi keislaman dengan rajin membacakan ayat-ayat Al Qur’an. 
Melatih berinteraksi dengan teman sebaya di lingkungan sekitar, dapat melatih kemampuan sosial anak. Ibu juga bisa mengenalkan kepada anak mengenai adab berteman yang baik, mengenalkan rasa toleransi dan kasih sayang terhadap teman, serta saling tolong menolong dalam upaya meningkatkan kemampuan sosial emosinya.
Karakter keislaman yang kuat harus pula ditanamkan sejak dini sebagai kemampuan spiritualnya. Untuk itu, ibu harus menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang islami di rumah, sebagai bentuk keteladanan bagi anak. Informasi dasar spiritual bagi anak yang penting untuk disampaikan diantarnya siapa yang harus ia cintai?, Siapa yang layak diteladani dalam kehidupan ini?, siapa yang harus ia hormati, kasihi dan sayangi?. Anak tidak bisa dibiarkan memilih sendiri. Ibulah yang harus menanamkan nilai-nilai tersebut kepada anaknya agar tercipta karakter pribadi anak yang mulia.


Oleh : Dyah Nurnaini

1 komentar: